pemandangan kampung Wae Rebo/ Eastjourneymagz.com

Pesona Wae Rebo, Kampung di atas Awan

Eastjourneymagz.com–Indonesia, dengan kekayaan alam dan budayanya, selalu menawarkan berbagai destinasi wisata yang memukau. Salah satu tempat yang semakin populer di kalangan wisatawan lokal maupun internasional adalah Wae Rebo.

Terletak di dataran tinggi Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Wae Rebo sering dijuluki “Kampung di Atas Awan” karena keindahannya yang menakjubkan dan posisinya yang berada di ketinggian. Desa ini bukan hanya menawarkan pemandangan yang spektakuler, tetapi juga budaya dan tradisi yang kaya, memberikan pengalaman yang mendalam bagi para pengunjung.

Wae Rebo adalah rumah bagi suku Manggarai, yang telah menjaga warisan budaya mereka selama berabad-abad. Salah satu daya tarik utama desa ini adalah rumah adat Mbaru Niang, yang berbentuk kerucut dan dibuat dari bahan-bahan alami.

Meskipun akses menuju Wae Rebo tidak mudah dan memerlukan perjalanan panjang serta pendakian, semua usaha tersebut terbayar lunas dengan pemandangan yang memukau dan sambutan hangat dari penduduk setempat.

Desa ini telah diakui secara internasional sebagai salah satu tujuan wisata budaya yang penting di Indonesia. UNESCO Pada Agustus tahun 2012 silam bahkan memberikan penghargaan untuk pelestarian budaya yang dilakukan oleh penduduk Wae Rebo.

Dengan kombinasi antara keindahan alam dan kekayaan budaya, Wae Rebo menawarkan pengalaman unik yang jarang ditemukan di tempat lain. Mari kita jelajahi lebih dalam pesona dan daya tarik Wae Rebo.

Foto Wae Rebo kampung di atas awan/ foto Istimewah
Foto Wae Rebo kampung di atas awan/ foto Istimewah

Keindahan Alam Wae Rebo

Wae Rebo terletak di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, yang membuatnya sering diselimuti kabut tebal, memberikan kesan seperti berada di atas awan.

Perjalanan menuju desa ini adalah petualangan tersendiri, dimulai dari kota Ruteng dan dilanjutkan dengan perjalanan darat hingga mencapai Denge, desa terakhir yang bisa diakses dengan kendaraan. Dari Denge, pengunjung harus mendaki sekitar 3-4 jam melalui jalur hutan yang menanjak.

Sepanjang perjalanan menuju Wae Rebo, pengunjung disuguhi pemandangan alam yang menakjubkan, mulai dari hutan lebat, sungai jernih, hingga pegunungan yang megah. Flora dan fauna yang beragam di sepanjang jalur pendakian menambah keindahan perjalanan ini.

Ketika tiba di Wae Rebo, pemandangan desa yang dikelilingi oleh pegunungan hijau dan tertutup kabut menjadi pemandangan yang tak terlupakan.

Keindahan alam Wae Rebo tidak hanya terletak pada pemandangan yang mempesona, tetapi juga pada suasana yang tenang dan damai. Udara segar pegunungan dan suara alam yang menenangkan memberikan pengalaman yang sangat berbeda dari kehidupan kota yang sibuk.

Bagi para pecinta fotografi, Wae Rebo adalah surga yang menawarkan berbagai momen indah untuk diabadikan.

Selain menikmati pemandangan, pengunjung juga dapat menjelajahi sekitar desa dan menemukan keajaiban alam lainnya seperti air terjun dan kebun kopi. Wae Rebo memang tidak hanya menawarkan satu jenis keindahan, tetapi berbagai aspek alam yang dapat dinikmati oleh siapa saja yang berkunjung.

Pengunjung di Wae rebo/ Foto Istimewah
Pengunjung di Wae rebo/ Foto Istimewah

Rumah Adat Mbaru Niang

Salah satu ciri khas Wae Rebo yang paling terkenal adalah rumah adat Mbaru Niang. Rumah tradisional berbentuk kerucut ini terbuat dari bahan-bahan alami seperti bambu, kayu, dan alang-alang.

Mbaru Niang memiliki struktur unik yang mencerminkan kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam dengan bijak. Rumah ini biasanya memiliki lima susunan yang digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari tempat tinggal hingga penyimpanan hasil panen.

Mbaru Niang bukan hanya sekedar bangunan, tetapi juga simbol budaya dan identitas suku Manggarai. Setiap rumah dihuni oleh beberapa keluarga yang hidup bersama dalam harmoni. Struktur rumah yang tinggi dan kuat menunjukkan keterampilan dan pengetahuan arsitektur tradisional yang diwariskan turun-temurun.

Proses pembangunan Mbaru Niang sendiri melibatkan seluruh komunitas, menunjukkan semangat gotong royong yang kuat di antara penduduk Wae Rebo.

Saat mengunjungi Wae Rebo, wisatawan dapat memasuki rumah-rumah ini dan melihat langsung bagaimana kehidupan sehari-hari berlangsung di dalamnya. Penduduk setempat dengan senang hati akan menjelaskan fungsi setiap lantai dan berbagi cerita tentang tradisi serta adat istiadat mereka.

Pengalaman ini memberikan wawasan yang mendalam tentang kehidupan suku Manggarai dan bagaimana mereka mempertahankan warisan budaya mereka di tengah modernisasi.

UNESCO mengakui Mbaru Niang sebagai Warisan Budaya Tak Benda, yang menyoroti pentingnya pelestarian tradisi dan budaya yang unik ini. Penghargaan tersebut memberikan dorongan bagi penduduk Wae Rebo untuk terus menjaga dan melestarikan rumah adat mereka, sekaligus menarik perhatian dunia terhadap keunikan budaya Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kecanduan Judi Online/ Foto Eastjourneymagz.com Previous post Mengapa Orang Bisa Kecanduan Judi Online
Cara menyerap bau ruangan/ Foto Eastjourneymagz.com Next post Ini 7 Tips Menyerap Bau Ruangan Karena Lembab atau Bangkai