Serangan ransomware/ Foto Eastjourneymagz.com

Apa Itu Ransoware yang Sedang Ramai Dibicarakan?

Eastjourneymagz.com–Ransomware sedang ramai dibicarakan setelah situs sistem imigrasi bandara Soekarno-Hatta pada hari Kamis, 20 Juni 2024 alami lumpuh total. Beberapa pakar menyebut lumpuhnya sistem diakibatkan oleh serangan ransomware.

Untuk diketahui ransomware adalah jenis perangkat lunak berbahaya yang menginfeksi sistem komputer dan mengenkripsi data penting, membuatnya tidak dapat diakses oleh pemiliknya.

Tujuan utama dari ransomware adalah untuk menuntut tebusan dari korban dengan imbalan kunci dekripsi yang diperlukan untuk memulihkan akses ke data yang terenkripsi.

Ransomware telah menjadi ancaman signifikan di dunia digital, dengan serangan yang semakin canggih dan meluas, menargetkan individu, bisnis, dan bahkan infrastruktur kritis.

Cara kerja ransomware dimulai dengan metode infeksi yang cerdik, sering kali melalui email phishing yang mengelabui korban untuk mengklik tautan atau membuka lampiran berbahaya.

Begitu ransomware masuk ke dalam sistem, ia akan mengenkripsi file-file penting, menggunakan algoritma enkripsi yang kuat untuk memastikan data tersebut tidak dapat diakses tanpa kunci dekripsi khusus.

Setelah proses enkripsi selesai, korban akan menerima pesan tebusan yang meminta pembayaran dalam mata uang digital seperti Bitcoin untuk mendapatkan kunci dekripsi tersebut.

Beberapa contoh terkenal dari ransomware termasuk WannaCry, yang menyebar secara global pada tahun 2017 dan menginfeksi ratusan ribu komputer, menyebabkan kerugian finansial yang besar.

Ada juga NotPetya, yang meskipun tampak seperti ransomware, sebenarnya dirancang untuk menghancurkan data secara permanen, menyebabkan gangguan besar pada perusahaan besar dan infrastruktur.

Selain itu, CryptoLocker adalah salah satu ransomware awal yang mempopulerkan penggunaan Bitcoin sebagai alat pembayaran tebusan, menetapkan preseden bagi banyak serangan ransomware berikutnya.

Serangan ransomware/ Foto Eastjourneymagz.com
Serangan ransomware/ Foto Eastjourneymagz.com

Pengertian Ransomware

Ransomware adalah ancaman keamanan siber yang semakin sering ditemui dan sangat merugikan.

Jenis malware ini mengenkripsi data penting di komputer atau jaringan korban, membuat data tersebut tidak dapat diakses tanpa kunci dekripsi yang hanya dimiliki oleh penyerang.

Setelah berhasil mengenkripsi data, penyerang akan meminta tebusan kepada korban, sering kali dalam bentuk mata uang kripto, dengan janji bahwa data akan didekripsi setelah pembayaran dilakukan.

Ransomware dapat menyerang siapa saja, mulai dari pengguna individual hingga organisasi besar, dan sering kali mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan serta gangguan operasional yang serius.

Ransomware biasanya menyebar melalui beberapa metode, termasuk email phishing, situs web yang terinfeksi, dan jaringan yang rentan.

Email phishing merupakan salah satu metode paling umum, di mana penyerang mengirimkan email yang tampak sah tetapi berisi lampiran atau tautan berbahaya. Ketika korban membuka lampiran atau mengklik tautan tersebut, ransomware akan diunduh dan diinstal di perangkat mereka.

Selain itu, ransomware juga dapat menyebar melalui perangkat lunak yang tidak terupdate yang memiliki kerentanan yang dapat dieksploitasi oleh penyerang.

Ransomware tidak hanya menyebabkan kerugian finansial langsung, tetapi juga dapat merusak reputasi dan kepercayaan pelanggan terhadap organisasi yang diserang.

Dalam beberapa kasus, meskipun tebusan telah dibayar, data tidak selalu dapat dipulihkan, dan penyerang dapat meninggalkan pintu belakang (backdoor) di sistem yang dapat digunakan untuk serangan di masa mendatang.

Oleh karena itu, sangat penting bagi individu dan organisasi untuk mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti melakukan backup data secara rutin, mengupdate perangkat lunak secara teratur, dan memberikan pelatihan kepada karyawan tentang bahaya email phishing dan serangan siber lainnya.

Cara Kerja Ransomware

Ransomware bekerja dengan cara yang sangat terstruktur dan efektif, dimulai dari infeksi awal hingga penuntutan tebusan.

Tahap pertama adalah infeksi, di mana malware masuk ke dalam sistem korban. Ini bisa terjadi melalui email phishing, di mana korban mengklik tautan atau membuka lampiran berbahaya, atau melalui eksploitasi kerentanan dalam perangkat lunak yang tidak diperbarui.

Selain itu, ransomware juga dapat menyebar melalui jaringan yang tidak aman, memanfaatkan perangkat yang terhubung untuk menyebar ke perangkat lain dalam jaringan tersebut.

Setelah ransomware berhasil masuk ke sistem, tahap berikutnya adalah enkripsi.

Ransomware akan mencari dan mengenkripsi file-file penting di komputer atau jaringan korban, menggunakan algoritma enkripsi yang kuat sehingga file-file tersebut tidak dapat diakses tanpa kunci dekripsi yang sesuai. File-file yang sering menjadi target termasuk dokumen, gambar, video, dan database.

Proses enkripsi biasanya dilakukan dengan cepat dan tanpa disadari oleh korban, hingga mereka mencoba membuka file-file yang telah terenkripsi.

Setelah semua file terenkripsi, ransomware akan menampilkan pesan yang meminta tebusan, biasanya disertai dengan instruksi tentang cara melakukan pembayaran.

Pesan ini sering kali mengancam korban dengan waktu yang terbatas untuk membayar tebusan, dan jika tidak dibayar dalam jangka waktu yang ditentukan, kunci dekripsi akan dihancurkan atau tebusan akan meningkat.

Metode pembayaran yang diminta sering kali berupa mata uang kripto seperti Bitcoin, yang sulit dilacak, untuk menjaga anonimitas penyerang.

Beberapa ransomware juga menawarkan layanan dukungan pelanggan untuk membantu korban melakukan pembayaran, menunjukkan betapa terorganisirnya operasi ini.

Contoh Ransomware

WannaCry adalah salah satu contoh ransomware yang paling terkenal dan merusak.

Diluncurkan pada tahun 2017, WannaCry menyebar dengan sangat cepat ke lebih dari 150 negara, menginfeksi lebih dari 200.000 komputer dalam waktu beberapa hari.

WannaCry memanfaatkan kerentanan dalam sistem operasi Windows yang tidak diperbarui untuk menyebar, dan meminta tebusan sebesar $300 dalam bentuk Bitcoin untuk mendekripsi file.

Meskipun akhirnya dihentikan oleh seorang peneliti keamanan siber yang menemukan dan mengaktifkan ‘kill switch’, WannaCry menyebabkan kerugian miliaran dolar dan mengganggu operasi berbagai organisasi penting, termasuk rumah sakit dan perusahaan besar.

NotPetya, yang muncul tidak lama setelah WannaCry, adalah contoh lain dari ransomware yang sangat merusak.

Meskipun awalnya tampak seperti ransomware, NotPetya sebenarnya adalah wiper, sebuah malware yang dirancang untuk menghancurkan data secara permanen.

NotPetya menyerang melalui perangkat lunak akuntansi Ukraina yang populer dan menyebar ke seluruh dunia, menyebabkan kerusakan parah pada jaringan perusahaan besar, termasuk Maersk dan FedEx, dengan total kerugian yang diperkirakan mencapai miliaran dolar.

Karena sifat destruktifnya, NotPetya dianggap sebagai salah satu serangan siber paling merusak dalam sejarah.

CryptoLocker, yang muncul pada tahun 2013, adalah salah satu ransomware pertama yang menggunakan enkripsi yang sangat kuat dan menuntut tebusan dalam bentuk Bitcoin.

CryptoLocker menyebar melalui email phishing dan menginfeksi ratusan ribu komputer, mengenkripsi file-file penting dan meminta tebusan sebesar $300 dalam Bitcoin untuk mendekripsi file.

Meskipun akhirnya berhasil dihentikan oleh operasi penegak hukum internasional, CryptoLocker menciptakan model yang diikuti oleh banyak ransomware berikutnya dan menunjukkan betapa menguntungkannya serangan ransomware bagi penjahat siber.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masala lalu Marsel Widyanto jadi Sorotan/ Foto Eastjourneymagz.com Previous post Maju di Pilkada, Masa lalu Marshel Jadi Sorotan, Pernah Tersangkut Kasus Dea ONLY fans
Gen-z foto eastjourneymagz.com Next post Apa itu Gen-Z, Ini 7 Kebiasaan Unik Gen-Z