WNA Ritual Senonoh di Bali

Sandiaga Uno Geram, Video WNA Gelar Ritual Erotis di Bali Viral

Eastjourneymagz.com–Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno geran dengan video viral warga negara asing (WNA) yang menggelar dugaan ritual bernuansa erotis yang terjadi di Ubud, Gianyar, Bali.

Sandiaga mengungkapkan pihaknya sedang menindaklanjuti dan mendalami video warga negara asing (WNA) yang menggelar dugaan ritual tidak senonoh tersebut.

Ia prihatin dengan praktik-praktik menyimpang saat wisata ke Bali seperti yang dibuat oleh WNA tersebut.

Menurutnya tindakan WNA tersebut menimbulkan rusaknya citra pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan berbasis adat bermartabat yang dikembangkan di Bali.

“Saya katakan ini perbuatan oknum, karena dari kegiatan kepariwisataan ini dilakukan oleh segelintir atau sebagian kecil,” kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/5/2024).

Menanggapi hal itu, pihaknya langsung bertindak dan berkoordinasi dengan Pemprov Bali, aparat kepolisian hingga imigrasi.

“Kami sudah langsung bertindak menginvestigasi, mengevaluasi, dan melakukan rencana aksi,” kata Sandiaga.

ia juga mengapresiasi Polda Bali dan Polres Gianyar yang telah bergerak cepat untuk berkoordinasi dengan imigrasi wilayah Bali dalam melakukan penyelidikan dan menindak tegas dugaan ritual menyimpang tersebut.

Sejumlah pemeriksaan dilakukan, baik dari segi keabsahan dokumen keimigrasian (izin tinggal, visa, dan sebagainya), hingga izin kegiatan atau keramaian.

Ia pun memastikan bahwa event dan kegiatan di Bali yang bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisnus dan wisman serta mendorong pergerakan ekonomi, tetap diselenggarakan dengan perizinan yang sesuai norma dan peraturan yang berlaku di Bali.

“Kami berkoordinasi dengan Pemprov Bali juga dengan pihak kepolisian, imigrasi, dengan dukungan teknologi terkini, seperti face recognition, big data, untuk memastikan bahwa event dan kegiatan di Bali ini harus sesuai dengan arsitektur dari pariwisata ke depan yang fokus kepada taksu Bali,” Kata dia.

“Dan untuk Bali sendiri kita sudah banyak dibantu oleh pemangku adat, oleh bendesa, desa-desa wisata, dan desa adat,” imbuhnya

Sandiaga juga berencana akan mengkaji regulasi dan sanksi yang tepat bagi pelaku yang melakukan aksi serupa.

Ia membeberkan bahwa dirinya telah berbicara dengan Menteri Saudi untuk membahas pelanggaran serupa. Di saudi kata Sandiaga, para pelaku serupa akan didenda dengan jumlah yang besar.

“Saya baru bertemu dengan Menteri Saudi yang menyampaikan bahwa mereka (para pelaku) juga mengalami pelanggaran regulasi di Saudi dan ke depan untuk pelanggaran tersebut Saudi menerapkan denda yang sangat berat bahkan dilarang masuk Saudi selama 10 tahun,” kata dia.

Karena itu kata dia, Indonesia juga harus menerapkan regulasi serupa. Menurutnya, wisatawan asing yang datang ke Indonesia harus menghargai tradisi dan adat istiadat setempat.

“Jadi regulasi seperti itu harus kita mulai kaji sehingga walaupun kita ingin banyak wisatawan datang ke Indonesia yang berkualitas tapi mereka juga tetap menghargai norma tradisi adat istiadat yang berlaku, bukan hanya di Bali tapi di wilayah seluruh nusantara dan kita akan melakukan screening yang lebih ketat,” kata Menparekraf.

Sandiaga juga akan menggandeng komunitas dan pegiat wellness event untuk melakukan pengawasan (daily monitoring) secara intensif dan berkelanjutan terhadap munculnya praktik-praktik sejenis. Apalagi World Water Forum yang akan berlangsung mulai akhir pekan ini selama beberapa hari ke depan.

Menparekraf Sandiaga juga mendorong keterlibatan pemuka adat untuk mengetahui kegiatan usaha di wilayahnya.

“Dan beberapa tindakan preventif, ke depan ini harus dikoordinasikan dengan Online Single Submission (OSS) dan pemanfaatan villa homestay ini harus betul-betul melibatkan pemangku adat,” kata dia.

“Kemudian juga agar ini disesuaikan dengan identitas WNA, jenis tegurannya apakah jangka pendek, jangka panjang, apakah ini digunakan untuk digital nomad atau ini jadi tempat usaha,” Imbuh Sandiaga Uno.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post 10 Spot Wisata Labuan Bajo yang Wajib Kamu Kunjungi
Next post Mengapa Bule atau Orang Eropa Jarang Mandi?