Bawa Botol Air Kemana-Mana, Ternyata Bikin Sehat dan Senjata Perangi Sampah

Eastjourneymagz.com–Membawa botol air atau tumbler kemana-mana adalah kebiasaan menarik yang ternyata berdampak positif baik bagi pengguna maupun bagi orang sekitar.

Botol minum yang dapat digunakan kembali atau Reusable Water tidak hanya menjadi teman di kala dehidrasi tapi juga senjata pemusnah sampah.

Fakta Sampah Botol Plastik

Penggunaan kemasan minuman yang sekali pakai ternyata menyumbang produksi sampah.

Sebagaimana yang diungkapkan dalam sebuah laporan riset Net Zero Waste Management Consortium yang menyoroti sampah gelas plasyik pada tahun 2023 lalu.

Hasil investigasi pada tahun 2022 di beberapa kota seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, Samarinda hingga Bali air mineral kemasan gelas adalah salah satu penyumbang terbesar sampah di enam kota tersebut.

Mereka menemukan sampah gelas plastik sejumlah brand minuman ternama dalam volume yang besar baik di tong sampah, Tempat Pembuangan Sementara (TPS), Truk sampah, hingga di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Pada tahun sebelumnya, di tahun 2022 Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) serta Badan Pusat Statistik (BPS) meyebutkan bahwa sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun.

Tumbler jadi Solusi

Berkaca dari meningkatnya sampah plastik, Reusable Water dengan menggunakan tumbler adalah salah satu solusi yang baik.

Apalagi tumbler sangat mudah dibawa kemana-mana. Bia ditaruh di tas kerja atau ditenteng begitu saja.

Tumbler bisa dibawa ke tempat kerja, gym, atau saat berpergian tanpa kesulitan apapun. Sehingga setiap kali merasa haus bisa lansung meneguk air yang telah disimpan di tumbler.

Tumbler menjadi budaya yang baik untuk menjaga lingkungan hidup karena dapat menekan pembelian air minum kemasan plastik.

Karena itu penyediaan tumbler penting untuk menjadi live style yang perlu dikampanyekan setiap saat agar menjadi kesadaran bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iki palek suku dani Previous post Tradisi Potong Jari Suku Dani Saat Dirundung Duka
Ilustrasi catcalling/ foto Istimewah Next post Apa itu Catcalling dan Bagaimana Menghindarinya?