Ilustrasi catcalling/ foto Istimewah

Apa itu Catcalling dan Bagaimana Menghindarinya?

Eastjourneymagz.com–Catcalling menjadi istilah yang seringkali dicari oleh warganet.

Catcalling adalah bentuk pelecehan verbal maupun nonverbal di ruang publik, di mana seorang pelaku, melontarkan komentar, siulan, atau panggilan tidak sopan kepada orang atau korban yang lewat.

Catcalling sering kali membuat korban merasa tidak nyaman, terintimidasi, dan tidak aman.

Hal ini adalah bentuk pelecehan seksual yang merendahkan dan mengobjektifikasi korban, serta menciptakan lingkungan yang tidak bersahabat di ruang publik.

Meningkatkan kesadaran tentang dampak negatif dari catcalling adalah langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan lebih menghormati semua orang.

catcalling bisa terjadi dalam bentuk ekspresi verbal maupun non-verbal oleh pelaku

Ilustrasi pelaku catcalling/ Foto istimewa

Ya, catcalling bisa terjadi dalam bentuk ekspresi verbal maupun non-verbal.

Ekspresi Verbal

Komentar Seksual, ekspresi berupa komentar seksual adalah prilaku catcalling yang sering dilakukan, seperti “kamu seksi banget” atau “manis, mau kemana?”

Siulan, catcalling juga sering terjadi dengan siulan dari pelaku. Tujuan siulan untuk menarik perhatian seseorang atau korban.

Panggilan nama, panggilan nama menggunakan istilah yang dapat membuat korban merasa risih seperti “sayang”, “cantik”, atau istilah lain yang tidak pantas.

Komentar kasar, komentar kasar atau ucapan vulgar atau kasar yang bersifat seksual kepada korban juga merupakan bentuk catcalling.

Ekspresi Non-Verbal

Isyarat tubuh, isyarat tubuh dari pelaku kepada korban juga merupakan bentuk catcalling. Gerakan tangan atau tubuh yang menunjukkan ketertarikan seksual, seperti mengedipkan mata secara berlebihan atau menjilat bibir.

Meniup ciuman, tindakan meniupkan ciuman ke arah seseorang. selain itu gerakan mengundang seperti Isyarat dengan tangan atau tubuh yang mengisyaratkan orang tersebut mendekat atau mengajak interaksi yang tidak diinginkan.

Ekspresi Wajah, biasanya dengan tatapan yang berkepanjangan dan tidak nyaman atau ekspresi wajah yang menunjukkan hasrat seksual secara tidak pantas.

Catcalling, baik dalam bentuk verbal maupun non-verbal, bertujuan untuk mengobjektifikasi dan merendahkan korban.

Meskipun tampak sepele bagi pelakunya, tindakan ini dapat memiliki dampak emosional dan psikologis yang signifikan bagi korban, termasuk rasa takut, marah, dan tidak nyaman.

Menghindari catcalling bisa menjadi tantangan, tetapi ada beberapa strategi yang dapat membantu seseorang mengatasi situasi tersebut. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk menghindari atau merespons catcalling:

Strategi Menghindari Catcalling:

Menghindari catcalling bisa menjadi tantangan, tetapi ada beberapa strategi yang dapat membantu seseorang mengatasi situasi tersebut. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk menghindari atau merespons catcalling:

Cara Menghindari Catcalling:

Ilustrasi Menghindari Catcalling/Foto Istimewa

Tetap Tenang dan Berjalan Terus, Jika memungkinkan, abaikan pelaku dan terus berjalan tanpa memberikan respon. Reaksi seringkali bisa memperburuk situasi.

Menghindari Area Tertentu, Jika kamu mengetahui bahwa area tertentu sering menjadi tempat catcalling, cobalah untuk menghindarinya atau pilih rute alternatif.

Berjalan dengan Teman, berjalan bersama teman dapat mengurangi kemungkinan menjadi target catcalling.

Gunakan Alat Pelindung Diri, Anda bisa memakai headphone atau earphone tanpa musik bisa memberi kesan kamu tidak mendengar, tetapi masih waspada terhadap lingkungan sekitar.

Strategi Merespons Catcalling

Tetap Tenang dan Percaya Diri: Menunjukkan kepercayaan diri dapat mengurangi kemungkinan pelaku terus mengganggu.

Membalas dengan Tegas: Jika merasa aman, balas dengan tegas namun tidak agresif, seperti “Tolong hentikan” atau “Itu tidak sopan”.

Minta Bantuan: Jika merasa terancam, jangan ragu untuk meminta bantuan dari orang di sekitar atau petugas keamanan.

Gunakan Ponsel: Gunakan ponsel untuk menelepon seseorang atau berpura-pura menelepon, ini bisa membuat pelaku berpikir dua kali sebelum melanjutkan.

Catat Detail: Jika merasa aman, catat detail pelaku atau situasi tersebut. Ini bisa berguna jika ingin melaporkan insiden tersebut.

    Setelah Kejadian:

    Berbagi Cerita: Berbicara dengan teman atau keluarga tentang pengalaman tersebut bisa membantu meringankan beban emosional.

    Lapor ke Pihak Berwenang: Jika merasa perlu, laporkan insiden tersebut ke pihak berwenang atau organisasi yang menangani pelecehan di ruang publik.

    Menghindari catcalling bukan berarti menghindar dari ruang publik. Setiap orang berhak merasa aman dan nyaman di tempat umum.

    Dukungan dari masyarakat dan kesadaran kolektif akan pentingnya menghormati orang lain adalah langkah penting dalam mengurangi kejadian catcalling.

      Tinggalkan Balasan

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

      Previous post Bawa Botol Air Kemana-Mana, Ternyata Bikin Sehat dan Senjata Perangi Sampah
      Kebiasaan unik jepang/traveller.com Next post 7 Kebiasaan Unik Orang Jepang yang Sering Dikagumi