Eastjourneymagz.com—Compang sangat sentral dalam budaya Manggarai dan dalam tata ruang adat Manggarai. Tetua sering menyebut compang dalam setiap acara adat.
Compang merupakan peninggalan zaman batu. Pada peradaban zaman itu batu dijadikan berbagai media atau alat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti. Batu-batu dimanfaatkan untuk berburu hingga menjadi sarana menyembah yang tertinggi.
Compang dibangun ditengah kampung, disusun dari batu-batu berbentuk mezbah. Ditengahnya terdapat batu tegak sebagai symbol perkawinan kosmik antara langit dan bumi.
Dalam mitos-mitos Manggarai, beberapa compang di Manggarai dibangun oleh makhluk halus (darat) sebagaimana di Compang Cibal dan Pacar. Terdapat batu-batu besar yang secara rasional sulit diangkat oleh beban manusia.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno Eastjourneymagz.com–Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan mengembangkan wisata baru yaitu wisata kemanusiaan di masa pandemi yang diharapkan […]
Eastjourneymagz.com–Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengumumkan kebijakan pembatasan yang lebih ketat bagi pelaku perjalanan ke negara itu pada Jumat (29/1). Hal itu dilakukan untuk mencegah […]
Gili Kendi Lombok, NTB/ foto Liputan 6.com Eastjourneymagz.com—Baru-baru ini TripAdvisor, situs perjalanan wisata berbasis di Amerika Serikat menobatkan Lombok sebagai salah satu destinasi terpopuler di […]