Mengapa Terjadi Turbulensi dan Apa Penyebabnya

Eastjourneymagz.com–Qatar Airways rute penerbangan Doha ke Dublin, Irlandia mengalami turbulensi hebat yang mengakibatkan 12 orang terluka pada Minggu (26/5/24). Meski alami turbulensi namun pesawat dengan nomor penerbangan QR107 itu dapat mendarat sesuai jadwal sesaat sebelum pukul 13.00 waktu dublin.

Baru-baru ini turbulensi yang mengerikan juga dialami oleh Singapure Airlines rute London ke Singapura yang melakukan pendaratan darurat pada 21 Mei yang lalu.

Seorang penumpang, pria inggris berusia 73 tahun meninggal dalam kejadian itu, diduga alami serangan jantung dipicu oleh insiden itu. Sementara puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Turbulensi adalah salah satu fenomena dalam penerbangan yang sering kali menimbulkan kekhawatiran bagi penumpang pesawat. Meskipun umum terjadi dan biasanya tidak berbahaya, memahami apa itu turbulensi dan apa penyebabnya dapat membantu mengurangi kecemasan serta memberikan wawasan lebih mendalam tentang dinamika penerbangan.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi definisi, penyebab, dan jenis-jenis turbulensi secara rinci.

Apa itu Turbulensi?

Turbulensi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan gerakan udara yang tidak teratur dan kacau yang menyebabkan pesawat berguncang atau bergetar selama penerbangan. Fenomena ini terjadi ketika aliran udara yang relatif halus (laminar) terganggu oleh berbagai faktor, menciptakan arus udara yang tidak stabil dan tidak terprediksi. Turbulensi dapat berkisar dari getaran ringan yang hampir tidak terasa hingga guncangan hebat yang memerlukan tindakan pencegahan dari kru pesawat.

Penyebab Turbulensi

Turbulensi dapat disebabkan oleh berbagai faktor atmosferis dan lingkungan. Berikut adalah beberapa penyebab utama turbulensi:

1. Turbulensi Mekanik

Turbulensi mekanik terjadi ketika aliran udara terganggu oleh objek fisik seperti pegunungan, bangunan tinggi, atau bahkan pesawat lain. Ketika angin bertiup melintasi pegunungan, misalnya, udara dipaksa naik dan turun dengan cepat, menciptakan arus udara yang tidak stabil di sekitarnya. Hal ini sering disebut sebagai “mountain wave turbulence” (turbulensi gelombang pegunungan).

2. Turbulensi Konvektif

Turbulensi konvektif disebabkan oleh gerakan udara vertikal yang dihasilkan oleh aktivitas termal, seperti pemanasan permukaan bumi oleh sinar matahari. Udara panas yang naik dari permukaan bumi menciptakan kolom udara yang naik dengan cepat dan sering kali tidak stabil. Ketika pesawat melintasi kolom udara ini, penumpang dapat merasakan guncangan yang cukup kuat.

3. Turbulensi Gesekan Udara (Clear Air Turbulence – CAT)

Turbulensi gesekan udara, atau Clear Air Turbulence (CAT), terjadi di ketinggian yang lebih tinggi, jauh dari awan dan badai. Fenomena ini biasanya terjadi di sekitar jet stream, yaitu aliran udara cepat yang mengalir di lapisan atas atmosfer. Perbedaan kecepatan angin yang tajam antara lapisan udara yang bersebelahan dapat menyebabkan turbulensi. Karena CAT terjadi di udara jernih, sering kali sulit diprediksi dan dideteksi oleh radar cuaca.

4. Turbulensi Cuaca

Turbulensi cuaca disebabkan oleh fenomena cuaca seperti badai petir, awan cumulonimbus, dan front cuaca. Badai petir dapat menghasilkan arus udara naik dan turun yang sangat kuat, yang disebut “updraft” dan “downdraft”. Ketika pesawat terbang melalui atau di sekitar badai petir, mereka dapat mengalami turbulensi yang cukup intens.

5. Wake Turbulence

Wake turbulence terjadi akibat aliran udara yang dihasilkan oleh sayap pesawat lain yang terbang di depan. Ketika pesawat terbang, sayapnya menciptakan pusaran udara yang kuat di belakangnya, yang dikenal sebagai “wake vortices”. Pesawat yang terbang terlalu dekat di belakang pesawat lain dapat memasuki pusaran ini dan mengalami turbulensi.

Jenis-Jenis Turbulensi

Turbulensi dapat dikategorikan berdasarkan intensitas dan penyebabnya. Berikut adalah beberapa jenis turbulensi yang umum:

1. Turbulensi Ringan

Turbulensi ringan menyebabkan sedikit getaran dan gangguan kecil pada penerbangan. Penumpang mungkin merasakan sedikit goyangan, tetapi tidak cukup kuat untuk menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan.

2. Turbulensi Sedang

Turbulensi sedang menyebabkan guncangan yang lebih terasa dan mungkin memerlukan tindakan pencegahan, seperti mengencangkan sabuk pengaman. Penumpang mungkin merasa terguncang lebih kuat, dan layanan dalam penerbangan dapat terganggu.

3. Turbulensi Berat

Turbulensi berat menyebabkan guncangan yang sangat kuat dan dapat menyebabkan penumpang merasa tidak nyaman atau bahkan takut. Dalam kondisi ini, kru pesawat akan menginstruksikan penumpang untuk tetap duduk dan mengenakan sabuk pengaman.

4. Turbulensi Ekstrim

Turbulensi ekstrim adalah yang paling jarang terjadi dan dapat menyebabkan kerusakan pada pesawat atau cedera pada penumpang. Untungnya, turbulensi ekstrim sangat jarang dan biasanya dihindari oleh pilot berpengalaman melalui perencanaan penerbangan yang cermat dan penggunaan radar cuaca.

Mengatasi Turbulensi

Meskipun turbulensi sering kali tidak dapat dihindari, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi dampaknya:

  • Perencanaan Penerbangan, Pilot dan tim penerbangan menggunakan data cuaca dan prediksi turbulensi untuk merencanakan rute yang aman.
  • Instrumen Cuaca, Pesawat dilengkapi dengan radar cuaca yang membantu mendeteksi badai dan daerah turbulensi.
  • Kebijakan Sabuk Pengaman, Penumpang dianjurkan untuk selalu mengenakan sabuk pengaman saat duduk, bahkan saat lampu sabuk pengaman dimatikan.
  • Komunikasi Kru, Kru kabin memberikan instruksi dan informasi kepada penumpang tentang kondisi turbulensi yang dihadapi.

Turbulensi adalah fenomena umum dalam penerbangan yang disebabkan oleh berbagai faktor atmosferis dan lingkungan. Meskipun dapat menimbulkan ketidaknyamanan, turbulensi biasanya tidak berbahaya dan merupakan bagian dari dinamika penerbangan yang normal.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang penyebab dan jenis-jenis turbulensi, penumpang dapat lebih tenang dan siap menghadapi guncangan selama penerbangan. Pilot dan kru pesawat dilatih untuk mengelola turbulensi dengan aman, memastikan keselamatan dan kenyamanan semua penumpang di udara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Misteri Dunia yang Tak Terpecahkan, Masih Menjadi Teka-Teki
Next post Apakah Mengeluarkan Sperma di Kolam Bisa Sebabkan Kehamilan? Mitos atau Fakta?