DPR Minta Tempat Wisata Ditutup Selama Libur Lebaran

Ilustrasi liburan lebaran/Foto DetikTravel

Eastjourneymagz.com—Pemerintah
melakukan larangan terhadap mudik 2021 untuk mengurangi penyebaran virus corona
atau Covid-19. Untuk itu pemerintah memberikan solusi dengan membuka tempat
wisata sebagai alternatif untuk mengisi liburan lebaran nantinya.

Menanggapi hal itu Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin menyarankan
kepada Pemerintah agar pemerintah perlu menutup tempat-tempat wisata.
Menurutnya hal itu berpotensi menimbulkan kerumunan warga saat menghabiskan
liburan lebaran.

“Pemerintah untuk mempertimbangkan penutupan tempat
wisata selama libur Lebaran, sebagai upaya membatasi tempat yang menjadi
kerumunan masyarakat, mengingat tempat wisata akan menjadi salah satu target
masyarakat untuk menghabiskan waktu selama libur Lebaran,” kata Azis
dikutip dari Sindonews.com, Rabu (21/4/2021).

Ia menghimbau agar masyarakat memanfaatkan liburan
Idul Fitri untuk dilakukan dari rumah saja. Selain itu memanfaatkan tekhnolog
untuk berkomunikasi dengan keluarga di kampung.

“Mari saling jaga orang yang kita sayangi dan cintai
dari penyebaran COVID-19, agar perayaan Idul Fitri tidak menjadi klaster baru
penyebaran COVID-19,” katanya.

Sebelumnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Sandiaga Uno meluruskan maksud dari keputusan tempat wisata dibuka sebagai
pengganti mudik. Dilansir dari Kompas.com, Sandiaga menilai pariwisata bukan
masalah melainkan solusi.

“Pariwisata bukan menjadi masalah. Kita adalah bagian
dari solusi. Jika patuh terhadap protokol kesehatan, maka kita akan bisa
mengendalikan pandemi, dan sama-sama bangkit dan pulih,” kata Sandiaga dalam
Weekly Press Briefing, Senin (19/4/2021).

Menurut Sandi aturan larang mudik mesti dipatuhi dan
diterapkan untuk menekan lajunya Covid-19. Meski demikian, dampak dari larangan
mudik adalah kenaikan kunjungan wisata lokal.

“Jadi jangan bingung, mudik tidak diperbolehkan titik.
Tegas kita,” jelas Sandi.

Sandi meminta agar pemudik harus patuhi arahan
pemerintah. Selain itu dengan peniadaan musik tetap harus antisipasi. 

“Mobilitasnya sudah ada, patuhi arahan pemerintah,
berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Dengan peniadaan mudik, kita harus
antisipasi,” beber Sandiaga.

Lebih ia menjelaskan untuk mengisi waktu libur lebaran
ada alternatif kunjungan masyarakat. Nanti dilakukan dalam bingkai PPKM skala
mikro,

“Maka yang kami lakukan, memastikan wisata lokal siap
melakukan protokol kesehatan dan disiplin,” kata Sandi.

“Kita harapkan semua destinasi wisata ekonomi kreatif,
sentra ekonomi kreatif, menyiapkan diri mematuhi protokol kesehatan, kita
sampaikan jelas dan tegas,” imbuhnya.

Sandiaga mengaku terkait pembukaan kawasan pariwisata,
pihaknya terus berkomunikasi dengan kepala daerah terkait. Terkait pembukaan
dan penutupan kawasan wisata diserahkan ke daerah.

“Kita akan terus komunikasi, kemarin dengan Gubernur
Banten, kami terhubung, dan keputusan akhir di tangan pemerintah setempat, dan
satgas setempat. Jika angka penularan Covid-19 meningkat, maka keputusan menutup
destinasi wisata akan ada di tangan pemerintah,” kata Sandiaga.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Dua Pelaku Penjual Sisik Trenggiling dan Paruh Burung Rangkong di Pasaman Ditangkap di Sumatera
Next post Satgas Covid-19 Larang Wisata Jarak Jauh