Jenuh di Rumah, Nonton Film Horor, The Babadook

Eastjourneymagz.com–Film
Horor menjadi kesukaan anda? Apa salahnya membuka file lama. Ada banyak film
horor yang mungkin dilewatkan begitu saja. Sebuah film berasal dari Australia,
The Babadook yang merupakan film horor tahun 2014 merupakan pilihan yang tepat. Film
tersebut diproduksi oleh Causeway Films.

Mengisahkan tentang seorang Single Parent, Amelia dan
putra sematawayangnya Samuel yang harus berhadapan dengan monster di rumah
kesayangan mereka sendiri. Sudut-sudut rumah yang gelap, kolong tempat tidur,
anak tangga dan lemari menjadi latar dari film ini.

Ketakutan
di Rumah Sendiri

Penampakan monster yang bernama Mister Babadook di
dalam film ini membuat ibu dan anak yang tinggal sendirian terus dihantui oleh
ketakutan. Semua itu diperparah oleh buku yang mengisahkan monster itu Babadook.
Ia dan putranya sering membaca bersama isi buku yang menakutkan itu.

Amelia adalah seorang ibu yang seiring mengalami
mimpi-mimpi buruk setelah kematian suaminya. Rupanya kecelakaan yang
menyebabkan kematian suaminya itu selalu diingat-ingat Amelia. Sementara
Samuel, putranya itu memiliki imajinasi tentang monster Babadook. Ia merasakan
monster itu selalu ada di dalam rumah. Monster yang selalu menghantui di bawa
kolong tempat tidur.

Hari demi hari mereka berhadapan dengan monster
Babadook yang sering muncul di sudut gelap rumah mereka. Karena itu Amelia
terpaksa berjuang dengan gigih untuk membakar buku itu yang menurutnya menjadi
sumber ketakutan di dalam rumah mereka.

Film ini di ditulis dan disutradarai oleh Jennifer
Kent, berdurasi 94 menit dan menghabiskan produksi sekitar 2 juta dolar.
Sementara penghasilan dari film ini adalah 10 juta dolar. Film ini dibintangi
oleh Essie Davis dan Daniel Henshall dan kisahnya berdasarkan pada film pendek
Monster, yang juga ditulis dan disutradarai oleh Kent pada 2005. Film tersebut
ditayangkan di Festival Film Sundance 2014.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Aerophonik; Pertanian Modern tanpa Cahaya Matahari dan Tanah
Next post Desa Liang Ndara di Mabar Dinobatkan Jadi Desa Wisata Berkelanjutan