Eastjourneymagz.com–Coba melihat bungkusan rokok, Merokok Dapat Menyebabkan Kanker, Serangan Jantung, Impotensi dan Gangguan Kehamilan dan Janin. Bagi saya, peringatan ini sudah ada di luar kepala bahkan sudah sejak SD. Kali ini tampilan bungkusan rokok lebih beda lagi karena menggambarkan organ-organ yang rusak akibat merokok, cukum menyeramkan.
Soal merokok, ada dua hal yang terekam jejak dalam ingatan saya. Pertama, soal sineas legendaris asal Hong Kong, Wong Kar-Wai atau yang sudah kenal Andi Lau, itulah dia. Aktor keren yang dicintai pecinta film mandarin era 1990-an tampak suka merokok dalam adegan film-filmya.
Berapa film yang pernah menunjukkan dirinya sedang merokok Di film ‘As Tears Go By’ misalnya, berulang kali Andy Lau yang memerankan tokoh utama di film tersebut mendapatkan frame dengan adegan merokok yang cukup intens dengan penataan yang sangat baik.
Kedua, soal sineas yang tidak kalah legendarisnya adalah om-om dan opa-opa saya di kampung, di Manggarai, NTT. Di tengah era modrn dimana kios (warung) dibanjiri rokok dengan gambar yang serem di bungkusannya, mereka masih dengan santui mengguling tembakau dengan kertas putih.
Ada yang paling antik lagi mereka menggunakan kulit tongkol jagung yang dipotong sedemikian rupa. Bedahnya adalah, rokok kertas biasanya meliwati ritus sakti dilumuri air ludah, sedangkan kulit tongkol jagung diikat tali kulit tongkol jagung yang dipotong tipis menyerupai tali.
Hal yang sama adalah kedua ujung batang rokok tersebut dibuat runcing seperti ujung roket yang segera meluncur. Di situlah tempat api yang mengggantung perlahan-lahan melahap batang rokok.
Semakin panjang isapan, semakin banyak asap, semakin nikmat tak kalah dengan Vape yang sangat dikenal dikomunitas milenial saat ini.
Tentang Tembakau di NTT
Â
Secara keseluruhan, tembakau di NTT belum menjadi salah satu
produk pertanian prioritas. Tembakau di NTT hanya dimanfaatkan untuk konsumsi pribadi dan juga untuk pemanfaatan tertentu bagi masyarakat
adat. Selain itu tembakau juga dikonsumsi untuk
pengobatan tradisional.
NTT belum memanfaatkan lahan-lahannya untuk menam tembakau sebagai bagian dari
industri. Di daerah ini belum ada petani-petani tembakau yang memanfaatkan tanahnya berhektar-hektar untuk menanam tembakau. Tembakau hanya dijadikan
tanaman selingan dengan sekala yang kecil.
Dalam pengalaman sehari masyarakat NTT tembakau hanya dijadikan untuk konsumsi rokok dan salah satu bahan yang dimanfaatkan saat makan sirih pinang atau
tradisi bersirih.
Karena konsumsi pribadi dan sangat mudah didapatkan dipasar. Membahas tembakau NTT yang ditanam secara tradisional tentu saja jauh dari pengendalian produk tembakau sebagaimana berada dalam PP 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan bahan yang mengandung zat
adiktif berupa Produk Tembakau bagi
Kesehatan.
Saat ini, peraturan pemerintah tersebut sedang dalam proses revisi PP 109/2012 yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 9/2018 tentang Program Nasional Penyusunan PP Tahun 2018 sesuai amanat Undang-Undang (UU) No. 36/2009 tentang Kesehatan.
Hingga saat ini, perokok tembakau (Perokok tradisional) masih santui dengan rokok yang mereka konsumsi. Seperti om-om dan opa-opa saya itu, mereka sedang asyik berpangku kaki dan mengisap rokok sore-sore sambil mendengarkan radio.
Tembakau Secara Nasional
Bila dibandingkan dengan provinsi yang lain tentu saja kalah. Dari dataÂ
penelitian Tobacco Control Support Center terdapat 7 provinsi penghasil terbesar di
Indonesia diantaranya
Jawa Timur, NTB, Jawa
Barat,
Jawa Tengah,
Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan
Bali.
Data tersebut menunjukkan
Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Jawa Tengah merupakan penghasil tembakau terbesar di Indonesia, baik pada tahun 2009 maupun 2010.
Pada tahun 2009, produksi tembakau ketiga provinsi tersebut mencapai 159 ribu ton atau 90% dari total produksi tembakau nasional. Sementara pada tahun 2010, produksi ketiga provinsi tersebut mencapai 118 ribu ton atau sekitar 87% dari total produksi tembakau nasional.
Adapun provinsi-provinsi lain seperti
Jawa Barat, Sumatera Utara,
Sulawesi Selatan dan Bali, memproduksi tembakau sekitar 10% dari total produksi tembakau nasional
Tembakau Secara Global
Menurut penelitian yang sama dari Tobacco Control Support Center Terdapat empat
negara teratas dengan produsen daun tembakau terbesar secara global pada tahun 2009. Negara tersebut diantaranya
China, Brazil,
India, dan
Amerika Serikat.
keempat negara tersebut memproduksi 4,9 juta ton tembakau atau 68,5% dari total produksi tembakau di dunia. Sementara itu, Indonesia memproduksi tembakau sebesar 176 ribu ton, atau sekitar 2,4% dari total produksi tembakau dunia. Indonesia hanya kalah dari Malawi yang menghasilkan 208 ton atau setara 2,89 % produksi tembakau dunia.
Pada tahun 2010, keempat negara di atas tetap menjadi negara penghasil tembakau terbesar di dunia, dengan produksi daun tembakau mencapai 4,87 ton atau sekitar 68% dari total produksi dunia.
Sementara Indonesia berada di posisi kelima dengan jumlah produksi sebesar 136 ribu ton atau sekitar 1,91% dari total produksi tembakau dunia. Dengan demikian, jumlah produksi daun tembakau di Indonesia dari tahun 2009-2010 mengalami penurunan sekitar 23%.
Post Views: 210